Well..sedikit cerita tentang software yang masih terbilang lumayan baru. Software yang kenal dengan saya ketika di bandara soekarno hatta, maksudnya software yang saya kenal saat kerja praktek di Garuda Maintenance Facility.
images
Flex, atau lebih dikenal sebagai Adobe Flex merupakan suatu teknologi yang dikeluarkan oleh Adobe Systems yang membawa perubahan paradigma dalam pengembangan aplikasi /perangkat lunak, khususnya aplikasi web. Flex sendiri merupakan gabungan dari teknologi yang telah dimiliki Adobe sebelumnya, dengan bertumpu pada platform Adobe Flash. Flex juga merupakan RIA ( Rich Internet Application ), yaitu sebuah aplikasi web yang dapat memiliki fitur dan menerapkan fungsi-fungsi selayaknya aplikasi berbasis desktop. Pertama kali dirilis pada bulan Maret 2004 oleh Macromedia, termasuk didalamnya software development kit, IDE, dan J2EE aplikasi terintegrasi yang lebih dikenal dengan nama Live Cycle Data Services.

Pada Februari 2008, Adobe yang telah membeli Macromedia mengeluarkan Flex 3 SDK dibawah lisensi Open Source Mozilla Firefox, Adobe Flash Player, dan runtime dimana program tersebut dijalankan.
Untuk sejarah dirilisnya Adobe Flex dapat dilihat dibawah ini :
•    Flex 1.0 – Maret 2004
•    Flex 1.5 – Oktober 2004
•    Flex 2.0 (Alpha) – Oktober 2005
•    Flex 2.0 Beta 1 – Februari 2006
•    Flex 2.0 Beta 2 – Maret 2006
•    Flex 2.0 Beta 3 – Mei 2006
•    Flex 2.0 Final- Juni 28, 2006
•    Flex 2.0.1 – Januari 5, 2007
•    Flex 3.0 Beta 1 – Juni 11, 2007
•    Flex 3.0 Beta 2 – Oktober 1, 2007
•    Flex 3.0 Beta 3 – Desember 12, 2007
•    Flex 3.0 – Februari 25, 2008
•    Flex 3.1 – Agustus 15, 2008
•    Flex 3.2 – November 17, 2008
Dikarenakan bertumpu pada platform Flash, aplikasi web yang Flex-based tidak melakukan proses HTML Rendering ketika mempresentasikan dirinya melalui browser. Selain itu juga, Flex dikembangkan dengan konsep n-tier , yaitu pemisahan layer antara data access, presentation, business process dikarenakan Flash tidak dapat melakukan direct connection ke data source semisal DBMS ataupun data source dalam bentuk lain.
Untuk memulai pengembangan aplikasi Flex, Adobe telah menyediakan Flex SDK ( Software Development Kit ) sebagai koleksi / pustaka kelas yang dapat dipakai baik melalui IDE ataupun secara traditional. IDE yang telah disediakan khusus oleh Adobe adalah Adobe Flex Builder ( hingga saat ini, sudah memasuki versi 3 ), yang memungkinkan developer membuat aplikasi Flex secara visual, layaknya pengembangan aplikasi desktop dengan IDE nya masing-masing. Dahulunya, beberapa developer web , sering mengalami kesulitan ketika menyediakan content berbasis Flash, dikarenakan mekanisme yang dilalui tidak sesingkat pembuatan content HTML biasa. Namun kini dengan Adobe Flex Builder, masa-masa sulit tersebut dapat dilalui dengan usaha selayaknya pengembangan aplikasi web secara tradisional.

*diambil dari laporan Kerja Praktek Bab III, hehehe*